24 Juni 2018

Ingin Solo Touring? Ini Tips agar Touring tetap Aman

Tips Solo Touring Agar Aman

Banyak yang bilang kalau solo touring itu sangat beresiko terlebih jika jarak yang ditempuh terbilang jauh. Pendapat tersebut memang tidak sepenuhnya salah. Saat bersolo touring, resiko yang ditanggung oleh pengendara memang relatif lebih besar dibandingkan saat touring bersama dengan banyak orang. Salah satu resiko yang bisa terjadi adalah tersesat dan kelelahan yang berlebihan.

Jika Anda telah memutuskan untuk bersolo touring entah itu mudik atau bermain ke luar kota, Anda harus siap dengan segala resikonya. Dan satu hal lagi yang perlu diperhatikan, jangan melakukan touring hanya dengan modal nekat. Alih-alih sampai tujuan dengan selamat, bisa-bisa Anda justru tersesat dan tidak dapat kembali lagi. Agar tidak mengalami masalah di tengah jalan, banyak hal yang harus diketahui mulai dari persiapan yang matang hingga kendali diri dalam berkendara. Berikut ini kami rangkum tips aman solo touring.

Persiapan Solo Touring

Kesuksesan sebuah tour sudah ditentukan sejak masa persiapan. Dengan persiapan yang matang, tour juga akan berjalan lebih lancar. Resiko-resiko yang mungkin bisa dialami juga bisa diminimalisir hingga ke titik terendahnya. Untuk itu agar tour solo Anda dapat berjalan dengan sukses, jangan lupa untuk melakukan persiapan berikut ini.

1. Menyusun Rencana Touring

Rencana touring yang dimaksud disini adalah mempersiapkan hal-hal fundamental yang memiliki kaitan erat dengan touring itu sendiri. Hal ini meliputi menetapkan rute touring, memperkirakan waktu touring dan menyusun dana touring. Saat Anda sudah menetapkan akan menuju ke satu lokasi, tentu ada banyak rute yang bisa diambil. Semua rute yang ada memang akan membawa Anda menuju ke lokasi. Namun perlu diperhatikan, efektivitas dan keamanan masing-masing rute tidak selalu sama. Idealnya Anda memang harus memilih rute yang paling pendek dan aman.

Menyusun rute touring kini memang bisa dilakukan dengan jauh lebih mudah. Banyak alat yang dapat digunakan untuk menemukan rute terbaik. Salah satunya adalah dengan menggunakan peta digital yang terinstal di dalam GPS atau smartphone. Setelah menemukan rute tour terbaik, Anda bisa mulai memperkirakan waktu tempuh dan dana yang dibutuhkan untuk mencapai lokasi tujuan.

2. Mempersiapkan Motor

Motor yang akan digunakan untuk solo touring memang harus dalam kondisi prima. Untuk itu periksa kondisi motor Anda sebelum berangkat tour. Cek kondisi mesin, lampu penerangan, kondisi ban dan semua komponen yang ada pada motor dengan cermat. Ada baiknya juga untuk servis motor sebelum hari keberangkatan. Ingat, di jalan nanti belum tentu Anda bisa menemukan bengkel. Agar motor Anda tidak mengalami masalah di tengah jalan, pemeriksaan motor mutlak diperlukan.

Cara Merawat Mesin Agar Tetap Prima.

3. Persiapan Biker

Setelah menyusun rencana dan mempersiapkan motor yang akan digunakan, jangan lupa untuk mempersiapkan kondisi fisik dan mental. Pastikan kondisi badan Anda dalam keadaan prima. Perlu diketahui, solo touring bisa menjadi petualangan yang sangat panjang. Tak hanya kelelahan fisik saja, mental juga akan diuji dengan berbagai macam ujian. Jangan lupa juga untuk membawa kebutuhan pribadi Anda dan apa saja yang perlu dikenakan saat melakukan tour.

Beberapa perlengkapan wajib yang harus dikenakan diantaranya adalah jaket motor tebal, rompi, sarung tangan, sepatu dan helm. Jangan lupa juga membawa jas hujan, pakaian ganti, makanan, air mineral dan obat untuk berjaga-jaga. Pastikan juga surat-surat kendaraan lengkap termasuk KTP, SIM dan STNK.

Ini Dia Perlengkapan Wajib Saat Naik Motor.

Tips Berkendara dengan Aman

Persiapan touring hanyalah salah satu bagian penting dalam solo touring. Setelah semua persiapan selesai dilakukan, kini giliran eksekusi dalam melaksanakan touring itu sendiri. Di sini giliran kemampuan Anda dalam berkendara yang akan diuji. Namun perlu diingat, kemampuan berkendara di sini sama sekali tidak mengacu pada skill akrobatik seperti melakukan manuver-manuver berbelok yang bisa membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Skill di sini lebih menekankan pada tata cara dalam berkendara dengan aman.

1. Melaju di Batas Kecepatan yang telah Ditentukan

Jalanan antar kota umumnya memang berisi para pengendara yang melaju dengan kecepatan tinggi. Namun sayangnya tidak banyak pengendara yang tahu batas kecepatan yang ditentukan. Karena itu tidak mengherankan jika kerap terjadi kecelakaan di beberapa titik.

Dalam Undang-Undang sebenarnya kecepatan yang diperbolehkan sudah diatur dengan jelas. Di jalan perkotaan, batas kecepatan yang diizinkan adalah 60 km/jam. Sedangkan untuk jalanan antar kota, pengendara tidak boleh berkendara di atas 80 km/jam. Saat sedang melaju di jalan antar kota, usahakan untuk tidak melebihi batas tersebut.

Meski tidak ada polisi yang sedang bertugas, batas kecepatan tersebut ditetapkan untuk menjaga keamanan saat berkendara. Namun terkadang memang ada beberapa pengendara yang tidak peduli atau tidak tahu dengan aturan tersebut. Untuk itu berjaga-jaga dari pengendara yang berjalan sembarangan juga perlu dilakukan. Hal ini dilakukan agar Anda tidak menjadi korban pengendara ugal-ugalan.

2. Selalu Patuhi Rambu-Rambu Lalu Lintas

Aturan lalu lintas ada untuk menjaga keamanan para pengendara. Sifatnya yang menekan resiko dan menekan angka kecelakaan juga harus disadari oleh para pengguna jalan. Entah itu berupa lampu lalu lintas ataupun rambu lalu lintas, setiap pengendara wajib mematuhi aturan tersebut. Beberapa rambu lalu lintas juga dibuat untuk memberi informasi kepada pengendara terkait dengan kondisi jalan ataupun keberadaan lokasi-lokasi vital yang mungkin dicari oleh pengendara. Untuk itu, selain selalu mematuhi peraturan, pelaku solo touring sebaiknya juga awas dengan rambu-rambu yang ada.

3. Waspada dengan Pengguna Jalan Lain Khususnya Pengemudi Bis Antar Kota

Jika ada pengendara yang perlu diwaspadai, salah satu yang menempati top priority pastilah pengendara bis antar kota. Umumnya pengendara bis antar kota memang berkendara dengan sangat cepat dan cenderung agak ugal-ugalan. Memang tidak semua pengemudi bis seperti itu. Namun tidak ada salahnya mewaspadai tipikal pengemudi seperti itu bukan?

4. Jangan Egois dan Hargai Pengguna Jalan Lain

Saat sedang melaju di jalanan, ego pengendara bisa menjadi sangat tinggi. Keinginan untuk segera sampai di lokasi tujuan menjadi salah satu pemicu tingginya temperamen pengendara, khususnya pengendara pria. Sifat egois sebenarnya sama sekali tidak akan membuat Anda cepat sampai di lokasi tujuan. Hal ini hanya akan memicu Anda untuk berkendara secara sembarangan tanpa pikir panjang. Hasilnya tentu bisa ditebak. Resiko kecelakaan semakin tinggi dan Andapun bisa terjebak dalam emosi Anda sendiri.

Jalan adalah fasilitas milik bersama. Setiap pengguna jalan harus sama-sama menyadari hal tersebut. Karena jalan adalah fasilitas publik, setiap pengguna jalan juga harus mau berbagi. Jangan egois dan menggunakan jalan seakan-akan itu adalah milik pribadi. Menghargai pengguna jalan lain tidak akan membuat Anda menjadi sosok yang selalu kalah di jalanan. Justru sebaliknya, hal tersebut justru akan membuat perjalanan Anda terasa lebih menyenangkan, tanpa ada emosi yang menggerus kesabaran. Dengan saling menghargai, solo touring Anda juga akan menjadi jauh lebih aman.

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.