15 April 2018

Mobil Sering Masuk Bengkel? Ini Tips agar Mobil tetap Awet

Cara Agar Mobil Tak sering Masuk Bengkel

Tips agar mobil tetap awet. Menjaga mobil agar tetap beroperasi dengan baik memang tidak selalu mudah. Bagi para pemilik kendaraan baru, hal ini bisa menjadi masalah yang cukup memusingkan. Servis secara teratur memang membantu pemilik kendaraan untuk menjaga mobilnya agar tetap beroperasi dengan baik. Namun terkadang servis secara teratur saja tidaklah cukup. Dibutuhkan perawatan yang baik dan kebiasaan yang tepat agar mobil tidak cepat rusak.

Ada banyak cara yang dapat ditempuh untuk merawat kendaraan roda empat. Setidaknya perawatan mobil dapat ditempuh dengan 2 pendekatan yakni dengan melakukan hal-hal yang perlu dilakukan dan menghindari kebiasaan buruk yang justru dapat mengurangi masa pakai kendaraan. Untuk itu, berikut telah kami rangkum beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga agar mobil tetap awet.

Perawatan Mobil

Untuk menjaga agar mobil tetap awet, perawatan mobil mutlak dibutuhkan. Perawatan mobil tidaklah selalu sulit. Dalam banyak kasus, perawatan mobil justru cenderung sangat sederhana dan dapat dilakukan tanpa harus memiliki keahlian khusus. Yang dibutuhkan hanyalah pengetahuan dasar yang memadai dan kemauan untuk melakukannya.

Untuk memulai hal tersebut, tentu ada beberapa hal yang perlu diketahui. Dan berikut ini ada beberapa jenis perawatan yang sebaiknya dilakukan secara rutin oleh para pemilik mobil.

1. Periksa Kondisi Mesin Mobil secara Teratur

Pemeriksaan rutin akan sangat membantu pemilik kendaraan untuk mengidentifikasi masalah, bahkan sebelum masalah tersebut muncul dan bertambah serius. Jika Anda sudah lama menggunakan mobil, tentunya Anda paham betul bagaimana kondisi mobil saat dalam kondisi terbaiknya, khususnya terkait performa mesinnya. Mesin mobil yang baik bisa dikenali dari bunyinya yang halus dan tidak banyak getaran yang dihasilkan. Saat melaju di atas jalan, mesin juga terasa stabil.

Agar kondisi mesin tetap terjaga, sebaiknya tune up mesin secara rutin. Melakukan tune up secara rutin dapat meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar hingga mencapai 30%. Caranya cukup mudah. Salah satunya adalah dengan membersihkan busi yang kotor.

2. Periksa Kondisi Ban Maksimal 1 Bulan Sekali

Mesin bukanlah satu-satunya hal yang perlu diperiksa secara rutin. Demi keamanan dan kenyamanan saat berkendara, pemilik kendaraan juga harus memeriksa kondisi ban mobilnya maksimal 1 bulan sekali. Ban yang baik memiliki daya cengkram yang baik. Sontak hal tersebut berpengaruh besar pada saat melaju di atas jalanan yang licin atau basah.

Jika ban sudah dalam kondisi halus, sebaiknya segera ganti ban tersebut dengan ban yang baru. Satu tips agar mobil tetap awet adalah pastikan selalu untuk memilih ban baru yang berkualitas. Demi keamanan Anda sendiri, sebaiknya jangan gunakan ban rekondisi.

3. Periksa Sistem Pencahayaan dan Komponen Listrik Mobil

Sistem pencahayaan mobil memiliki peran yang cukup vital, khususnya saat berkendara di malam hari. Berkendara tanpa lampu depan yang baik bisa sangat berbahaya. Tidak hanya berbahaya untuk diri sendiri namun juga berbahaya untuk orang lain. Untuk itu pastikan selalu untuk memeriksa kondisi lampu depan, lampu sein, lampu belakang dan lampu rem secara rutin. Jika ada lampu yang putus, segera ganti dengan yang baru.

Sistem kelistrikan mobil juga harus selalu diperiksa secara rutin. Tidak perlu setiap hari. Satu bulan sekali sudah cukup untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa komponen yang perlu diperiksa diantaranya adalah aki mobil, kabel dan komponen listrik lainnya. Pastikan untuk menjaga kebersihan komponen-komponen tersebut agar arus listrik dapat mengalir dengan baik.

4. Periksa Oli dan Ganti secara Teratur

Oli adalah komponen penting yang mampu mempengaruhi performa mesin secara keseluruhan. Untuk itu pastikan untuk memeriksanya secara rutin mulai dari oli rem, transmisi hingga power steering. Oli juga harus diganti secara rutin. Rekomendasi waktu penggantian oli ini sangat bergantung pada jenis oli yang digunakan. Untuk oli mesin konvensional, rekomendasinya adalah setiap jarak 6.400 km. Sedangkan untuk oli mesin sintetis, oli harus diganti setiap mencapai jarak 9.600 km.

Perawatan Mobil yang Salah

Merawat mobil tidak hanya harus dilakukan secara teratur. Perawatan yang benar juga menentukan hasil dan awetnya kendaraan itu sendiri. Sayangnya masih banyak pemilik kendaraan yang tidak menyadari hal tersebut. Bahkan beberapa perawatan mobil yang salah masih cukup kerap dilakukan oleh para pemilik kendaraan. Agar terhindar dari kesalahan perawatan yang dapat berakibat fatal, berikut ini beberapa perawatan mobil yang salah.

1. Mencuci Kabin dengan Air

Mencuci mobil memang sangat disarankan, terlebih untuk menjaga mobil dari kotoran yang dapat mengganggu performa mesin maupun merusak penampilan mobil. Namun untuk bagian interior, sebaiknya hindari membersihkan dengan air, termasuk saat membersihkan lantai kabin mobil. Di dalam bagian interior mobil terdapat beberapa komponen listrik. Komponen-komponen tersebut bisa saja rusak jika terkena air. Salah satu komponen yang paling rentan akibat tindakan ini adalah sistem audio.

Jika ingin membersihkan bagian interior, sebaiknya gunakan vacuum cleaner. Untuk memperoleh hasil terbaik, ada satu tips agar mobil tetap awet yang bisa Anda lakukan. Anda bisa melepas beberapa komponen interior mobil yang memang dapat dilepas seperti karpet kabin ataupun pelapis jok mobil dan membersihkannya di luar.

2. Mencuci Mobil dengan Deterjen

Jika ingin membersihkan mobil, sebaiknya jangan gunakan deterjen. Deterjen memang dapat membersihkan bodi mobil dengan mudah. Namun jika sering dilakukan, warna eksterior mobil bisa memudar dan rusak. Untuk membersihkan bagian eksterior mobil sebaiknya gunakan sampo yang memang didesain khusus untuk mobil.

3. Memanaskan Mesin sambil Menginjak Pedal Gas

Sebelum menggunakan mobil, memang sangat disarankan untuk memanaskan mesinnya terlebih dahulu. Namun sebaiknya para pemilik kendaraan juga tahu bagaimana cara memanaskan mesin yang benar. Jangan memanaskan mesin mobil sambil menginjak pedal gas. Meski cara ini mampu mempercepat proses pemanasan mesin, gesekan secara tiba-tiba pada mesin justru dapat mengurangi usia mesin itu sendiri. Untuk itu cukup panaskan mesin dengan cara menyalakannya saja. Dan satu hal lagi, jangan terlalu lama memanaskan mesin, terlebih untuk mobil-mobil baru. Terlalu lama memanaskan mesin justru hanya membuang-buang bahan bakar saja.

4. Balancing dan Spooring hanya Jika Dibutuhkan

Umumnya pemilik kendaraan melakukan balancing dan spooring hanya saat dibutuhkan saja. Padahal ada aturan yang cukup jelas terkait dengan hal tersebut. Sebaiknya balancing dan spooring dilakukan setiap 10.000 km atau 20.000 km. Dengan melakukan kedua hal tersebut secara teratur, kendaraan akan lebih hemat bahan bakar dan ban juga tidak akan cepat gundul.

5. Tidak Servis Rutin

Servis rutin memang memakan biaya yang cukup tinggi. Karena itulah banyak pemilik kendaraan yang hanya melakukan servis saat dibutuhkan saja, setidaknya saat mobil terasa tidak enak dikendarai. Cara ini memang dapat menekan budget perawatan mobil. Namun perlu diketahui, servis mobil yang teratur dapat menjaga mesin agar beroperasi secara optimal. Dengan servis teratur, mobil dapat beroperasi dengan baik dan jarang masuk bengkel untuk masalah-masalah yang serius. Karena itulah servis rutin menjadi salah satu tips agar mobil tetap awet yang sangat penting.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*